Quantcast
Channel: Gunungkidul - KRjogja.com
Viewing all 2932 articles
Browse latest View live

Peserta Paskibraka Jalani Tes

$
0
0
<p><strong>GUNUNGKIDUL (KRjogja.com)</strong> - Para peserta Paskibraka yang terdiri siswa dan siswi dari 32 SMK/SMK/MAN se Gunungkidul menjalani tes di Stadion Handayani Wonosari, Rabu (30/04/2014). Kegiatan tes kesehatan bekerjasama dengan Denkesyah 04.04.02 RST Soejono Kotabaru Yogyakarta yang pimpinan Mayor Kowad (CPM) Dwiyani S.Kep.</p> <p>&quot;Materi yang dites meliputi tinggi badan, berat badan, test mata, THT, Gigi dan penyakit dalam. Ini merupakan tes kesehatan awal&quot; kata Dwiyani.</p> <p>Jumlah peserta yang masih melanjutka tes Kesegaran Jasmani dan Test Kesehatan ini sendiri ada 140 orang siswa siswi. Materi tes kesegaran jasmani dipimpin Serma Suharto dan Serka Zamzuri dengan materi yang sampaikan diantaranya lari 12 menit, pull up, set up, pust up juga lari. <strong>(Ded)</strong></p>

Masih Ada Buruh Terima Gaji di Bawah UMK

$
0
0
<p><strong>GUNUNGKIDUL (KRjogja.com)</strong> - Banyak buruh di Gunungkidul masih menerima upah di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK). Hal tersebut disebabkan perekonomian di Gunungkidul yang lebih rendah dibandingkan kabupaten lain.</p> <p>Sesuai UMK Gunungkidul, seharusnya buruh mendapat upah minimal sebesar Rp 988.500. Namun dalam kenyataannya masih banyak pekerja yang mendapat upah dibawah batas minimal tersebut.</p> <p>&quot;Upah 2.774 buruh di Gunungkidul masih di bawah UMK. Baru 15 persen dari 142 perusahaan yang membayarkan sesuai UMK,&quot; kata Agus Budi Santoso Sekretaris Cabang Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Gunungkidul, Kamis (01/05/2014).</p> <p>Menurutnya, banyaknya perusahaan yang belum membayar buruh sesuai UMK disebabkan kurang tegasnya peraturan dari pemerintah. Karena perusahaan diperbolehkan menunda kenaikan pembayaran untuk pekerja. <strong>(Ded)</strong></p>

Gunungkidul Raih Pangripta Nusantara

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com)</strong> - Kabupaten Gunungkidul meraih anugerah Pangripta Nusantara dari pemerintah pusat sebab memiliki perencanaan pembangunan daerah terbaik 2014. Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional. <br /> <br /> Pemberian anugerah tersebut untuk mendorong daerah dalam menyiapkan dokumen perencanaan pembangnan yang lebih baik. &ldquo;Gunungkidul memiliki perencanaan yang konsisten, komprehensif, terukur, sehingga memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat,&rdquo; kata Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos dalam keterangan persnya kepada wartawan di RM Sudar Jeruksari Wonosari, Jumat (02/05/2014).<br /> <br /> Turut mendampingi Sekda Ir Budi Martono MSi, Kepala Bappeda Ir Syarief Armunanto MSi dan kepala dinas terkait.&nbsp; Syarief Armunanto menambahkan, penilaian dimulai di tingkat propinsi. Gunungkidul akhirnya maju ke tingkat nasional dan dinilai terkait Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) oleh pusat. Sejumlah hal yang dinilai diantaranya keterukuran, sinkornisasi dan inovasi. <br /> <br /> &ldquo;Penilaian penghargaan akan mampu mendorong semangat daerah dalam peningkatan mutu dokumen dan memperkuat kemitraan perencanaan pembangunan,&rdquo;jelasnya.<strong>(Ded)</strong><br /> <br /> &nbsp;</p>

Masuk Sumur Sedalam 30 Meter, Yahudi Selamat

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com)</strong> - Masyarakat di Dusun Tawarsari digemparkan dengan ulah nekat Slamet Yahudi (46) yang nekad masuk ke sumur 30 meter, Jumat (02/05/2014). Beruntung nyawannya bisa diselamatkan petugas dan langsung dibawa ke perawatan medis. <br /> <br /> &ldquo;Saat akan ke ladang terdengar suara dari dalam sumur. Setelah dicek ternyata ada orang dan lapor ke warga serta polisi,&rdquo; kata Mulyo salah satu saksi mata.<br /> <br /> Peristiwa tersebut diketahui pertama oleh Mulyo ketika hendak pergi ke ladang.&nbsp; Saat melintas di dekat sumur, Mulyo mendengar suara teriak teriak dari dalam sumur dan langsung mengecek. Ternyata terdapat orang yang akhirnya diketahui bernama Slamet Yahudi warga setempat. Petugas kepolisian beserta petugas penyelamat akhirnya datang dan mengevakuasi korban. Sekalipun sudah berada di dalam sumur yang cukup dalam, Yahudi berhasil diselamatkan.<br /> <br /> Proses evakuasi Slamet Yahudi memang cukup memakan waktu. Petugas kepolisian bersama PMI akhirnya dalam waktu kurang lebih 30 menit berhasil mengangkat korban dari sumur yang cukup dalam. Selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan.<strong>(Ded)</strong><br /> <br /> <br /> <br /> <br /> <br /> &nbsp;</p>

Mio Vs Carry, Pelajar SMK Tewas

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRJogja.com)</strong> - Ika Rahmi warga Semanu salah seorang pelajar SMK 1 Wonosari tewas dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Raya Karanggumuk, Karangrejek, Wonosari, Sabtu (03/04/2014). Korban mengalami luka parah dan nyawanya tak bisa diselamatkan akibat kecelakaan tersebut. <br /> <br /> &quot;Petugas masih menyelidikan penyebab kecelakaan tersebut,&quot; kata Ipda Solechan Kanit Laka Polres Gunungkidul. <br /> <br /> Peristiwa naas tersebut bermula saat korban dan rekannya Kurniati pulang dari sekolah. Sesampainya di lokasi kejadian dari arah Wonosari korban yang mengendarai Motor Mio nopol AB5475UI bermaksud mendahului kendaraan di depannya. Namun dari arah berlawanan muncul kendaraan mobil Suzuky Carry bernopol B2607QW dan terjadi tabrakan. <br /> &quot;Kejadian ini sudah ditangani petugas Sat Lantas Polres Gunungkidul,&quot; jelasnya.<strong> (Ded)</strong><br /> &nbsp;</p>

Angin Kencang, 1 Rumah di Ponjong Rusak

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRJogja.com) </strong>- Bencana angin kencang di Kecamatan Ponjong, Minggu (04/05/2014) siang membuat rumah seorang janda Ny Sanem (73) warga Keboan Lor, Gombang, Ponjong rusak. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah. <br /> <br /> Kini Ny Sanem terpaksa harus mengungsi ke rumah saudara, sebab rumah tak bisa ditempati. &ldquo;Angin kencang membuat rumah rusak. Satu orang terpaksa mengungsi,&rdquo; kata Sumardi anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Gunungkidul.<br /> <br /> Dikatakan, akibat bencana ini kerugian yang dialami korban mencapai kurang lebih Rp 10 juta. Angin kencang membuat rumah roboh dan tidak bisa untuk dihuni. Untuk sementara Ny Sanem mengungsi di rumah saudara, menunggu perbaikan rumahnya yang rusak. &ldquo;Bencana angin kencang memang tidak bisa diprediksi, oleh sebab itu masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan,&rdquo;jelasnya. <strong>(Ded)<br /> </strong></p>

Rekap Ulang, Suara Suhardono Bertambah 34

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRJogja.com)</strong> -&nbsp; KPU Gunungkidul akhirnya membuka plano Tempat Pemungutan Suara (TPS) 16 dan TPS 24 Desa Candirejo, Semanu di Kantor KPU, Minggu (04/-5/2014). Kegiatan ini dihadiri Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan, panwaslu, saksi partai politik, panitia pemilihan kecamatan dan undangan. <br /> <br /> Dalam rekap ulang tersebut terdapat pergeseran perolehan suara caleg Demokrat Dapil 1 Suhardono ke Supriyadi Astuti yang juga Demokrat Dapil 1. Pencermatan petugas, pada form C1 berhologram dan plano sudah benar. Untuk kedua TPS suara hardono memperoleh 34 suara. Namun pada form D 1 kecil suaranya masuk ke Supriyani Astuti. Diperkirakan tidak ada faktor kesengajaan terkait kesalahan pergeseran tersebut. &ldquo;Petugas diduga mengalami kelelahan,&rdquo; kata Muhammad Zaenuri Iksan Ketua KPU Gunungkidul.<br /> <br /> Bersamaan KPU juga menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu DIY berkait dengan dugaan penggelembungan suara di sejumlah TPS dan pengaduaan penggunaan surat suara yang tidak sesuai dengan pemilih. Rekomendasi penggelembungan suara dan ketidaksesuaian penggunaan surat suara untuk caleg DPR RI di Kecamatan Tepus, Semanu dan Karangmojo, semuanya tidak terbukti<strong>. (Ded)</strong><br /> <br /> <br /> &nbsp;</p>

UN SMP/Mts Hari Pertama Lancar

$
0
0
<p>Ujian Nasional (UN) SMP/MTs hari pertama Senin (05/05/2014) berlangsung lancar dan aman. Dari 9.398 peserta ujian yang tidak hadir ada 22 orang karena sakit atau mengundurkan diri. Materi soal diambil dari masing-masing kelompok kerja dan sampai di sekolah tempat berlangsungnya ujian maksimal setengah jam sebelum ujian dimulai.<br /> <br /> Pelaksanaan Ujian Nasional hari pertama di Gunungkidul mendapatkan perhatian dari Komisi D DPRD Gunungkidul. Ketua Komisi D Drs Supriyadi didampingi anggotanya Ir Imam taufik dan Kabid Pendidikan Lanjutan Pertama Drs Kusmanto melakukan pemantauan di SMP Negeri 3 Semanu. Peserta ujian di sekolah ini ada 88 anak, yang semuanya bisa hadir untuk mengikuti ujian, kata Sunarti MPd Kepala SMP Negeri 3 Semanu.<br /> <br /> Menurut Sunarti ujian berlangsung dengan lancar, tidak ada soal yang bermasalah. Meskipun ada soal yang masuk dalam amplop yang merupakan soal revisi tetapi siswa tetap bisa mengerjakannya. Tutik salah satu siswa peserta UN mengaku tingkat kesulitan soal ujian 25 persen, &ldquo; kami bisa mengerjakan soal secara benar hanya 75 persen,&rdquo; katanya. <strong>(Awa)</strong><br /> <br /> <br /> &nbsp;</p>

Honorer K-2 Tuntut Diangkat PNS

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com)</strong> - Perwakilan&nbsp; tenaga honorer di Kabupaten Gunungkidul yang tergabung dalam Forum Honorer Indonesia (FHI) mendatangi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat, Senin (05/05/2014) untuk mengusulkan agar tenaga honorer Kategori 2 (K-2) yang tidak lulus seleksi sebanyak 87 orang bisa&nbsp; diangkat menjadi PNS.<br /> <br /> Perwakilan FHI yang dipimpin ketuanya Didik Joko Santoso diterima oleh Suharto Kepala Sub Bidang Data BKD Gunungkidul. Menurut Didik kedatangan FHI ke BKD menindaklanjuti surat dan audensi FHI kepada Bupati Gunungkidul pada 17 Maret 2014, yang intinya agar tenaga honorer yang sudah masuk kategori 2 dan sudah pemberkasan bisa diperjuangkan diangkat menjadi pegawai negeri sipil.<br /> <br /> Para tenaga honorer K-2 ini sudah berjuang selama belasan tahun setidaknya sejak 2002-2005 baik sebagai guru tenaga kesehatan maupun tenaga teknis. &ldquo;Kami sangat&nbsp; berharap agar Pemkab Gunungkidul bisa memperjuangkan untuk diusulkan&nbsp; bisa diangkat menjadi PNS,&rsquo; ujarnya.<br /> <br /> Didik yang didampingi Penasehat FHI Gunungkidul Warta SIP menambahkan bahwa para tenaga honorer yang terdiri dari guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis ini dalam melaksanakan kerja sebagai tenaga honorer mengantongi surat keputusan dari kepala instansi berwenang. Bahkan ketika diminta untuk melengkapi pemberkasan mereka sudah melakukannya. Namun ketika dilakukan ujian ada 87 tenaga honorer yang dinyatakan tidak lulus seleksi.<br /> <br /> Suharto usai menerima para tenaga honorer K-2 kepada KR mengatakan bahwa Pemkab Gunungkidul sudah mendengarkan aspirasi para tenaga honorer K-2 dengan mengusulkan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi&nbsp; untuk diperhatikan. Bupati Gunungkisul sudah mengirim surat ke Menteri PAN dan RB pada&nbsp; 21 April 2014 dengan nomor surat&nbsp; 900/1505. Bahkan Asisten III I Ketut Santosa SE MSI akan menindaklanjuti surat bupati tersebut untuk datang ke MenPAN dan RB pada Rabu (7/5).<strong> (Awa)</strong><br /> <br /> <br /> &nbsp;</p>

Gunungkidul Tekan Penyakit Malaria

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com)</strong> - Berhasil menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat, Gunungkidul mampu menekan penyakit malaria. Bahkan meraih sertifikasi eleminasi malaria dari Kementrian Kesehatan. <br /> <br /> &ldquo;Berbagai program sudah diterapkan di masyarakat, salah satunya PHBS. Melalui kegiatan tersebut masyarakat secara aktif mampu memberantas penyebaran malaria. Sertifikasi diperoleh karena mampu mengeleminasi kasus malaria,&rdquo; kata Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul dr Dewi Irawaty, Senin (05/05/2014). <br /> <br /> Diungkapkan, dengan perolehan sertifikasi tersebut, Gunungkidul bukan daerah endemis malaria. Beberapa syarat yang sudah mampu dipenuhi yakni tidak ada penderita malaria yang penularannya dari wilayah Gunungkidul. Memang untuk sekarang jumlah penderita cukup minim, kurang dari 10 orang. Penularannya juga berasal dari luar Kabupayen Gunungkidul, atau penyebabnya daerah lain.</p> <p>&ldquo;Sekalipun Gunungkidul bukan daerah endemis, masyarakat tetap harus waspada, terlebih jika terdapat perpindahan penduduk yang berasal dari wilayah rawan malaria,&rdquo; imbuhnya.<strong>(Ded)</strong></p>

Asyikk... Bantuan Bedah Rumah Cair

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com) -</strong> Bantuan bedah rumah tidak layak huni dari Kementerian Sosial untuk Desa Bleberan Playen dna Karangasem paliyan akhirnya cair, Selasa (06/05/2014). Bantuan untuk 100 rumah dan 3 prasarana lingkungan senilai Rp 1.150.000.000 diserahkan langsung oleh Charles Purnama, Kasi Pengembangan Kapasitas Usaha Kemensos dan diterima Drs Dwi Warno MSi, Kepala Dinas Sosial Tenagakerja dan Transmigrasi Gunungkidul.<br /> <br /> Molornya pencairan dana bantuan sosial tersebut selain adanya surat edaran dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar dana bansos tidak dicairkan sebelum pileg. Juga karena belum lengkapnya proposal, terutama rencana anggaran belanja dari bantuan tersebut belum dibuat .<br /> <br /> Bantuan tahap I untuk 100 rumah masing-masing Rp 10 juta dan 3 prasling masing-masing Rp 50 juta, berasal dari hibah dalam negeri milik Menteri Sosial RI. Sedang sisanya 110 rumah akan dicairkan lewat APBN regular paling lambat Juli 2014. Bantuan untuk 100 rumah tersebut dibagikan untuk Desa Bleberan Playen 50 rumah dan Desa Karangasem Paliyan 50 rumah.<br /> <br /> &quot;Bantuan untuk 100 rumah ini mekanismenya berbeda dengan kalau langsung dari APBN regular, yakni akan ditransfer lewat rekening kelompok,&quot; tambah Charles.<br /> <br /> Selain bantuan bedah rumah dan prasling, penerima bantuan rumah tidak layak huni juga akan mendapatkan bantuan usaha bersama masing-masing kelompok Rp 20 juta untuk 10 orang, yang jumlahnya ada 21 kelompok. Bantuan usaha bersama ini akan dicairkan setelah rehab rumah selesai dilaksanakan, yang diberi waktu sampai akhir Mei 2014. <strong>(Awa)</strong></p>

Badingah Sidak UN

$
0
0
<p><strong>GUNUNGKIDUL (KRjogja.com)</strong> - Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMPN 1 Wonosari dan SMP Ekakapti Karangmojo, Selasa (06/05/2014). Dalam sidak tersebut ujian hari kedua berjalan dengan tertib dan lancar. Bahkan di SMP Ekakapti Karangmojo, terdapat 1 siswa inklusi atau anak berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian.</p> <p>Bupati meminta siswa iklusi tetap diperhatikan dan difasilitasi mengikuti UN. &ldquo;Siswa inklusi jangan sampai merasa tersingkirkan, perlu untuk didukung dalam menghadapi UN,&rdquo; kata Hj Badingah SSos usai menijau UN di SMP Ekakapti Karangmojo.</p> <p>Bupati yang juga didampingi Assek I Bidang Pemerintahan Tommy Harahap SH dan Kabag Humas Agus Kamtono MSi mengungkapkan, siswa inklusi yang mengikuti ujian di SMP Ekakapti memang hanya satu. Tiga lainnya mengikuti ujian sekolah, karena tidak memenuhi syarat untuk mengikuti UN. &ldquo;Para siswa iklusi memang membutuhkan perhatian, agar tidak terpinggirkan dan mampu bersaing dengan siswa lainnya,&rdquo; imbuhnya. <strong>(Ded)</strong></p>

Petani Rame-rame Jual Sapi

$
0
0
<p><strong>GUNUNGKIDUL (KRjogja.com)</strong> - Menjelang datangnya tahun ajaran baru 2014/2015, opetamni rame-rame menjual ternaknya untuk biaya sekolah putra-putrinya, akibatnya harga ternak besar dan kecil mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penurunan harga ternak besar khususnya sapi antara Rp 1.000.000 sampai Rp 1.500.000, sedangkan harga kambing turun rata-rata Rp 200.000 sampai Rp 300.000.</p> <p>Dari pantauan KRjogja.com di Pasar Hewan Siyonoharjo dan di Pasar Hewan Semanu Selasa (06/05)/2014, jumlah penjualan hewan dari peternak naik antara 50 hingga 100 persen dibanding sebelumnya. Banyak pedagang yang mengalami kerugian, karena ketika membeli ternak dari petani masih dengan harga sebelumnya, tetapi ketika dibawa ke pasar, harganya anjlok.</p> <p>&ldquo;Saya membeli sapi betina dengan harga Rp 1.600.000 namun ketika dijual di Pasar Hewan Siyonoharjo hanya laku Rp 1.450.000,&rdquo; kata Purwanto (50) salah seorang pedagang ternak di Playen saat berada di Pasar Hewan Semanu, Selasa (06/05/2014).</p> <p>Salah satu petugas retribusi ternak di Dinas Peternakan Gunungkidul yang ditemui terpisah membenarkan, bahwa volume penjualan sapi meningkat, sementara permintaan dari luar daerah hanya stagnan, sehingga menyebabkan harga ternak anjlok. <strong>(Awa)</strong></p>

Penanganan Masalah Sosial Butuh Sinergi

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com)</strong> - Tidak adanya keseimbangan menimbulkan masalah sosial&nbsp; di masyarakat. Oleh sebab itu, masalah sosial perlu sinergi dari berbagai untuk penyelesaian. Dampak negatif lebih mudah berkembang dibanding sisi positip, sehingga perlu manajemen penanganan masalah secara bersama.&nbsp; </p> <p>&ldquo;Penanganan masalah sosial butuh sinergi berbagai pihak, serta perlu menghindari jebakan tugas-tugas formal,&rdquo; kata Wakil Bupati Gunungkidul Drs H Immawan Wahyudi MH di acara Penandatanganan bersama penanggulangan masalah sosial di kantor Kecamatan Wonosari, Selasa (06/05/2014). <br /> <br /> Kegiatan dihadiri Camat Wonosari Drs Iswandoyo MSi, Kepala Pengadilan Agama Drs M Nasir MSI, Kapolsek Wonosari Kompol Kusmanto, Danramil Kapten Inf Marsimin, Kepala KUA Wonosari&nbsp; H Sugasto SAg, kades, kepala puskesmas,&nbsp; kepala SMA dilingkungan Wonosari dan tamu undangan. Wabup mengungkapkan, persoalan permasalahan sosial seperti pernikahan usia dini, kenakalan remaja memang perlu sinergi, serta menghindari jebakan formal struktural. <br /> <br /> &ldquo;Penyimpangan permasalahan sosial tidak boleh ditoleransi, sebab akan semakin bertambah,&rdquo;imbuhnya.<strong>(Ded)</strong><br /> <br /> &nbsp;<br /> <br /> &nbsp;<br /> &nbsp;</p>

Gunungkidul Kekurangan Tenaga Penyuluh KB

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com)</strong> - Kabupaten Gunungkidul hingga kini masih kekurangan tenaga Penyuluh Keluarga Berencana (PKB). Sampai sekarang jumlah PKB sebanyak 65 orang, yang seharusnya 72 petugas. Pemkab juga kesulitan untuk melakukan rekruitmen, sebab terkendala aturan dimana APBD 70 lebih untuk membayar pegawai. <br /> <br /> &ldquo;Idealnya memang di Gunungkidul setiap satu petugas menangani 2 desa, sehingga dibutuhkan 72 orang untuk 144 desa,&rdquo; kata Kabid KB Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Gunungkidul Isti Isnaini Deconingrum di sela-sela acara Seminar Program Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana di Bangsal Sewakapraja Wonosari, Selasa (06/05/2014).<br /> <br /> Siti Isnaini Deconingrum menambahkan, sebelumnya di Gunungkidul baru memiliki 60 tenaga PKB, yang bertambah menjadi 65 orang. Memang penambahan tersebut berasal dari alih fungsi pegawai, maupun perpindahan tenaga dari daerah lain. Salah satunya alih fungsi dari TU sekolah menjadi tenaga PKB.&nbsp; </p> <p>&ldquo;Sekalipun baru memiliki tenaga 65, kerja petugas terus dioptimalkan. Sebagai misal jumlah kecamatan yang desanya 7, tentunya jika ditempatkan 4 petugas terlalu banyak, tetapi 3 tenaga juga kurang. Wilayah yang cukup luas akan diberikan prioritas penyuluh KB,&rdquo; jelasnya.<strong>(Ded)</strong></p>

58 Peserta di Gunungkidul Absen

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com)</strong> -&nbsp; Hari kedua Ujian Nasional (UN) SMP/MTs di Gunungkidul, sebanyak 58 peserta absen atau tidak hadir, Selasa (06/05/2014). Secara rinci 29 mundur, 1 meninggal, 5 sakit dan peserta kejar paket B yang tidak masuk sebanyak 23 orang.&nbsp; <br /> <br /> &ldquo;Memang jumlah peserta UN yang tidak hadir mencapai 58 orang. Mereka ada yang sakit, meninggal, serta sudah menyatakan mengundurkan diri,&rdquo; kata Sumarto MM Kasi kurikulum pendidikan lanjutan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul. <br /> <br /> Dikatakan, bagi peserta yang tidak hadir, masih akan diberikan kesempatan menempuh ujian susulan. Berdasarkan pengamatan dilapangan, jalannya ujian cukup tertib dan lancar. Mulai dari pengambilan naskah di masing-masing pokja hingga pelaksanaan tidak ada kendala. &ldquo;Sejak hari pertama ujian berjalan tertib dan lancar. Bahkan juga mendapatkan pengamanan dari personel kepolisian,&rdquo;jelas Sumarto. <br /> <br /> Kepala SMP Ekakapti Karangmojo Sumarno menambahkan, dari keseluruha peserta, memang terdapat satu siswa inklusi tuna rungu wicara. Namun demikian mengerjakan di ruang seperti siswa lainnya.<strong>(Ded)</strong><br /> &nbsp;</p>

BPBD Gunungkidul Lakukan Simulasi Bencana Longsor

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com)</strong> - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menggelar simulasi penanganan bencana tanah longsor di Dusun Glompong, Pengkol, Nglipar, Rabu (07/05/2014). Dalam simulasi ini digambarkan bencana longsor menerjang Glombng, sehingga mengakibatkan korban berjatuhan&nbsp; serta ratusan warga harus mengungsi. <br /> <br /> &quot;Kegiatan ini dimaksudkan bagaimana menyiapkan masyarakat jika bencana longsor terjadi,&quot; kata Sutaryono SSos Kasi Kegawatdaruratan BPBD Gunungkidul. <br /> <br /> Selain korban luka dan mengungsi, pada simulasi ini juga mengakibatkan korban jiwa. Masyarakat yang tertimpa musibah juga berupaya melakukan penanganan dan mendapatkan bantuan dari PMI serta tim relawan dan Tagana maupun BPBD. <br /> <br /> &quot;Dalam simulasi ini terjadi bencana longsor yang cukup besar, sehingga kerusakan cukup parah,&quot; jelasnya.<strong>(Ded)</strong><br /> &nbsp;</p>

Akses Perbatasan Gunungkidul - Klaten Rusak

$
0
0
<p><strong>GUNUNGKIDUL (KRjogja.com)</strong> - Jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Gunungkidul - Klaten, tepatnya jembatan gantung lemah abang di Padukuhan Gembyong, Ngoro-Oro, Patuk perlu perbaikan. Bagian alas papan sudah ada yang berlubang serta pembatas yang terbuat dari anyaman besi sudah lapuk. Masyarakat berharap, akses alternatif penghubung Gunungkidul - Klaten tersebut bisa segera diperbaiki.</p> <p>&ldquo;Memang rusak sudah lama, namun belum juga ada perbaikan dari pemerintah. Masyarakat berharap jembatan diperbaiki, sehingga tidak was-was ketika melintas,&rdquo; kata Sartono salah satu warga Patuk, Kamis (08/05/2014).</p> <p>Menurutnya, jembatan gantung tersebut cukup vital. Banyak masyarakat yang memanfaatkan untuk berbagai keperluan baik perdagangan maupun aktivitas lainnya. Bila sudah terbiasa tidak menjadi masalah melintasi jembatan tersebut, akan tetapi jika tak segera diperbaiki bisa membahayakan keselamatan.</p> <p>Jika dilihat secara langsung jembatan memang cukup berbahaya dan diperlukan perbaikan secara menyeluruh. &ldquo;Jembatan tersebut menjadi salah satu alternatif akses transportasi, kondisinya sudah rusak dan perlu perbaikan,&rdquo; jelasnya. (Ded)</p>

Pengurus KONI Gunungkidul Dilantik

$
0
0
<p><strong>WONOSARI(KRjogja.com) - </strong>Ketua Umum KONI DIY GNPG H Prabukusumo Spsi Kamis (08/05/2014) di Bangsal Sewokoprojo, mengukuhkan Pengurus KONI Gunungkidul periode 2014-2018. Pengukuhan ditandai dengan penyerahan bendara KONI oleh GBPH H Prabukusumo Spsi kepada ketua KONI Gunungkidul Drs Jarot Budi Santoso. <br /> <br /> Dalam sambutannya GBPH H Prabukusumo Spsi berharap pengurus KONI dapat memajukan olahraga di Gunungkidul karena banyak atlet yang berlaga ditingkat Nasional. Bahkan, baru saja atlet Gunungkidul meraih medali Perak di Myanmar. Selain itu, Gunungkidul juga punya atlet penyandang cacat yang merebut medali tingka internasonal, tetapi sayang tidak dapat diangkat menjadi pegawai karena umur.<br /> <br /> Pengurus KONI yang baru, Ketua umum Drs Jarot Budi Santoso, Wakil Ketua Umum I T Agung Topobroto SPd, Wakil Ketua II Supardi SPd, III H Supardjo SW.SPd.Sekretaris Umum Ramiyo SPdI, Wkl Sekretaris I Heri Santoso SPdI dan ArisBudiyono. Bendahara Edi Suryanto A.Ma.PKB.S Sos, Wakil Bendahara Novianto Utomo SE.MM. Dibantu Bidang-bidang.<br /> Hadir dalam acara tersebut Ketua KONI kabupaten se DIY,Pelindung, Dewan Penyantun, dan Dewan Kehormatan. <strong>(*-3)</strong></p>

Drumband SD Selang Juara I se Gunungkidul

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com)</strong> - Grup Drumband SDN Selang UPT TK/SD Wonosari, keluar sebagai juara I Lomba Drumband tingkat SD se Gunungkidul, yang berlangsung di Gedung Serbaguna Siyono Logandeng Playen, dalam rangka memperingati Hardiknas 2014.<br /> <br /> Keberhasilan anak-anak SDN Selang menurut Kepala Sekolahnya Siti Zuriah SPd, berkat kerjasama antara sekolah dengan orang tua wali, yang medukung putra-putrinya maju baik akademis maupun ketrampilan bermain Drumband. Sidig pelatih Drumband sangat rajin melatih anak-anak SDN Selang, dibantu para guru secara serentak memberikan dukungan semangat, yang akhirnya membawa kemenangan.<br /> <br /> Dengan prestasi juara I, Grup Drmband SDN Selang bersiap maju ke tingkat Propinsi DIY, dengan harapan ada dukungan dari Dinas untuk mewakili Gunungkidul. Kendati SDN Selang termasuk SD pinggiran di UPT TK/SD Wonosari, termasuk SD yang berprestasi termasuk lulusan siswanya menduduki rangking. <strong>(Tds)</strong></p>
Viewing all 2932 articles
Browse latest View live