Quantcast
Channel: Gunungkidul - KRjogja.com
Viewing all 2932 articles
Browse latest View live

Pendukung Suharno Cukur Gundul

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com) -</strong> Para pendukung Caleg PDIP Dapil 1 Suharno SE melakukan syukuran dan melaksanakan nazar karena lolos kembali menjadi anggota DPRD Gunungkidul (2014-2019) syukuran dengan cukur gundul. Bahkan, Ny Wasilah (70) warga Dusun Kajar 1, Desa Karangtengah, Wonosarimeluapkan kegembiraan dengan jalan jongkok atau 'laku dhodhok' sejauh 400 meter, Rabu (16/04/2014).<br /> <br /> Salah satu simpatisan yang cukur gundul adalah Jumadi Pendek warga Dusun tegaslrejo, Desa gari Wonosari. Sementara itu Giyanto (40) warga Dusun Kajar 1 RT 01/06 Desa Karangtengah mempunyai nazar jika Suharno bisa meraih suara terbanyak akan menggendongnya dari rumah Suharno di Dusun Tegalrejo, Gari sampai rumahnya sejauh kurang lebih 300 meter.<br /> <br /> &quot;Niki pun dadi tekat kulo, wenawi Pak Harno pikantuk suara terbanyak kulo badhe gendong,&rdquo; katanya dalam bahasa Jawa. Para kader dan simpatisan termausk tetangga mengikuti Duharno digendong pendukungnya.<br /> <br /> Lebih mengharukan lagi, seorang nenek Ny Wasilah (70) tahun harus jalan jongkok dari rumahnya menuju rumah Suharno sekitar 400 meter. <br /> <br /> Ny Wasilah mengaku tidak malu dan siap dikatakan apa saja oleh masyarakat atas kenekatannya harus jalan jongkok tanpa mengenal lelah. <strong>(Awa)</strong></p>

Selama UN, Siswa Dikarantina

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com) -</strong> Sejumlah sekolah di Gunungkidul mengkarantina sejumlah siswa peserta Ujian nasional (UN), untuk mendekatkan siswa sampai ke sekolah. Seperti&nbsp; yang dilakukan di SMA pembangunan IV Playen dan SMK YAPPI Wonosari.<br /> <br /> Ada beberapa siswa di SMA Pembangunan IV Playen yang rumahnya jauh dan jaraknya lebih dari 10 kilometer, seperti berasal dari Kecamatan Girisubo, Karangmojo, Panggang, Semanu dan Wonosari. &ldquo;Guna menghidari mereka terlambat mengikuti UN, maka mereka sementara menginap di sekolah,&rdquo; Kata Sarono SPd Kepala SMA Pembangunan IV Playen kepada KR Rabu (16/04/2014).<br /> <br /> Dari dua puluh siswa Kelas XII yang mengikuti UN seluruhnya menginap sejak Minggu (13/4) sore hingga Rabu (16/4). Selain itu juga ditambah 16 siswa SMK Maarif Playen yang sekolahnya menyatu dalam satu komplek SMA Pembangunan IV Playen juga seluruhnya ikut dikarantina.<br /> <br /> Sementara itu di SMK YAPPI Wonosari, sedikitnya ada70 siswa dari 169 peserta UN 2014 ini juga disediakan fasilitas menginap di sekolah. Drs Mustangid MSi Kepala SMK YAPPI Wonosari sejak awal tidak mewajibkan kepada siswa untuk menginap, tetapi bagi mereka yang rumahnya jauh disediakan tempat jika ingin mendekat agat tidak terlambat mengikuti UN. <strong>(Awa)<br /> </strong></p>

Dalam Setahun Produksi Ketela Tembus Rp 1 Triliun

$
0
0
<p><strong>GUNUNGKIDUL (KRjogja.com) </strong>- Konsumsi beras di Kabupaten Gunungkidul masih relatif rendah. Masyarakat sudah membudayakan pangan dengan bahan alternatif, salah satunya ketela dan jagung. Bahkan untuk produksi ketela selama satu tahun bisa mencapai Rp 1 Trilun. Budidaya pangan alternatif di lahan pekarangan masih banyak dilakukan petani, sehingga mampu mendukung ketahanan pangan.</p> <p>&ldquo;Masyarakat yang mengkonsumsi beras per kapita relatif rendah. Kurang lebih 90 kg per kapita per tahun,&rdquo; kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Gunungkidul&nbsp; Drs Supriyadi STP ketika memberikan materi Studi Banding Kementrian Pertanian di Bangsal Sewakapraja, Wonosari, Rabu (16/04/2014).</p> <p>Kegiatan dihadiri Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementrian Pertanian Jakarta Ir Winarhadi serta perwakilan pejabat pertanian dari 33 propinsi dan Sekda Gunungkidul Ir Budi Martono MSi. Supriyadi menambahkan, dengan banyaknya bahan pangan alternatif, masyarakat kini tidak tergantung pada beras. Namun demikian untuk produktifitas masih terus dilakukan, guna mencukupi kebutuhan pangan di DIY.</p> <p>Gunungkidul memang unggul dalam pengembangan pangan berupa padi, sebab menjadi pemasok 30 persen kebutuhan di DIY. &ldquo;Bila lahan pertanian di Sleman nantinya semakin berkurang, maka Gunungkidul akan menjadi penopang utama kebutuhan pangan,&rdquo; ujar Drs Supriyadi.</p> <p>Pengembangan sektor pertanian di Gunungkidul lanjutnya, memang terus meningkat. Terbukti dengan adanya gabungan kelompok petani di 144 desa. Serta kelompok tani yang sudah berkembang sesuai komoditas dan usaha. Bahkan para pelaku petani sudah banyak yang memiliki asosiasi usaha diantaranya ubi kayu, jagung dan pisang. <strong>(Ded)</strong></p>

Tim Porwada Gunungkidul Pamit Badingah

$
0
0
<p><strong>GUNUNGKIDUL (KRjogja.com)</strong> -&nbsp; Kontingen Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Gunungkidul berpamitan dengan Bupati Hj Badingah SSos di ruang bupati, Kamis (17/04/2014). Kontingen dipimpin Ketua Pojka PWI Gunungkidul Bambang Purwanto bersama perwakilan atlet.</p> <p>Dalam pertemuan tersebut Hj Badingah SSos menyambut baik diselenggarakannya Porwada. Karena akan meningkatkan tali silaturahmi antar wartawan dan memilih atlet-atlet terbaik. &ldquo;Porwada memang bagus untuk meningkatkan talisilaturahmi dan pembinaan atlet,&rdquo; kata Hj Badingah SSos.</p> <p>Sementara Bambang Purwanto mengungkapkan, seluruh kontingen sudah melakukan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Porwada. Bahkan Tim Sepakbola melaksanakan pertandingan melawan PSSI Gunungkidul. Selain itu, dari masing-masing cabang olahraga juga melakukan persiapan, sehingga ditargetkan mamp meraih prestasi yang maksimal.</p> <p>&ldquo;Persiapan sudah dilakukan pada masing-masing cabang olahraga, sehingga ditargetkan mampu menjadi&nbsp; juara umum pada pelaksanaan Porwada DIY,&rdquo; jelasnya. <strong>(Ded)</strong></p>

Bus Terguling, 1 Penumpang Tewas

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRJogja.com) </strong>- Sumito (39) warga Pekalongan, Jawa Tengah tewas dalam kecelaakaan bus yang membawa&nbsp; rombongan nelayan di tanjakan Pokcucak, Sidorejo, Ponjong, Gunungkidul, Jumat (18/04/2014). Korban tewas akibat tergencet bodi bus, sementara puluhan orang lainnya dilarikan ke rumah sakit. <br /> <br /> &quot;Sopir diduga tidak hafal dengan medan, sehingga bus terperosok dan terguling,&quot; kata Mushuri salah satu saksi mata. <br /> <br /> Peristiwaa tersebut bermula saat bus yang dikemudikan Tikel (40) warga Pekalongan membawa 27 nelayan dengan tujuan Pacitan Jawa Timur. Diduga sopir tidak hafal medan sehingga membuat bus terperosok dan terguling.<br /> <br /> Ipda Solechan Kanit Laka Satlantas Polres Gunungkidul mengatakan, upaya evakuasi korban tewas memang membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam. sopir dan kernetnya langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Ponjong. <br /> <br /> &quot;Puluhan korban yang mengalami cedera langsung dilarikan ke Puskesmas untuk menjalani rawat jalan. Kejadian ini sudah ditangani Satlantas Polres Gunungkidul&quot; jelasnya. <strong>(Ded)<br /> </strong><br /> &nbsp;</p>

Tak Laporkan Dana Kampanye, Caleg Terpilih Terancam Gugur

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com) -</strong> Partai politik (parpol)&nbsp; dan calon anggota legislatif (caleg) diberikan kesempatan&nbsp; melaporkan dana kampanye hingga batas akhir, Kamis (24/04/2014). Jika tidak juga menyerahkan laporan, maka parpol dan caleg terpilih terancam sanksi. <br /> <br /> &quot;Keputusan penetapan sanksi sesuai dengan instruksi KPU pusat. Jika tidak memberikan laporan dana kampanye sampai batas akhir tersebut, caleg terpilih dapat digugurkan,&quot; kata M Zaenuri Iksan SAg Ketua KPU Gunungkidul. <br /> <br /> Dikatakan, upaya sosialisasi kepada parpol maupun caleg sudah dilakukan. Oleh sebab itu, perlu segera memberikan laporan dana kampanye agar nantinya tidak rugi. Termasuk caleg yang tidak terpilih, perlu menyampaikan laporan. Hal tersebut penting ketika suatu saat terjadi pergantian antar waktu, caleg tidak mengalami kendala karena sudah mengikuti proses tahapan dalam pemilu. &quot;Sosialisasi sudah dilakukan, petugas KPU akan menerima laporan akhir pada, Kamis&nbsp; (24/04/2014) sampai pukul 18.00 Wib,&quot;jelasnya.<strong>(Ded)</strong></p>

Mayat Misterius Ditemukan di Pantai Sundak

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com)</strong> - Sesosok mayat misterius ditemukan oleh Tim SAR&nbsp; Baron, Gunungkidul dan seorang pemancing di Pantai Sundak, Tanjungsari Senin (21/04/2014). Petugas belum bisa memastikan apakah mayat tersebut berkaitan dengan hilangnya seorang wisatawan Warjono (31), warga&nbsp; Karanganyar,Jawa Tengah ketika berwisata di Pantai Parangtritis beberapa waktu lalu. <br /> <br /> Anggota Tim SAR Pantai Baron Sukamto menjelaskan, penemuan ini bermula adanya informasi dari nelayan. SAR selanjutnya melakukan pengecekan dan berhasil mengevakuasi mayat yang terapung apung di lautan. Karena berada di lautan, evakuasi mayat membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. &ldquo;Mayat selanjutnya dibawa ke Pantai Baron,&rdquo; ucapnya.<br /> <br /> Marjono Koordinator Tim SAR Pantai Baron, untuk menekan kecelakaan laut, petugas terus mengintensifkan pengamanan. Termasuk mengimbau baik secara langsung maupun melalui pengeras suara. Pada saat liburan petugas ditempatkan di titik rawan kecelakaan laut. <strong>(Ded)</strong></p>

Cari Pakan, Tewas Kesetrum

$
0
0
<p><strong>GUNUNGKIDUL (KRjogja.com)</strong> - Kurang berhati hati saat mencari pakan ternak, Sarimin (58) warga Ponjong tewas akibat tersetrum, Senin (21/04/2014) malam. Kejadian tersebut diluar perkiraan, sebab korban langsung tersengat hingga tewas ketika memetik pakan ternak.</p> <p>&quot;Petugas bersama petugas medis langsung mengevakuasi korban,&quot; kata Kapolsek Kompol&nbsp; Sutama, Selasa (22/04/2014).</p> <p>Peristiwa tersebut bermula saat Sarimin hendak mencari pakan ternak. Korban memanjat pohon talok untuk mengambil pakan ternak. Akan tetapi diluar perkiraan, korban menyentuh kabel yang bertegangan tinggi hingga akhirnya tewas tersetrum.</p> <p>Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkan kepada petugas kepolisian. &quot;Hasil pemeriksaan tidak ada tanda kekerasan, dugaan kuatnya korban tewas tersetrum,&quot; jelasnya. <strong>(Ded)</strong></p>

Sikat Uang Infak Masjid, Rah Dihukum 4 Bulan

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com)</strong> - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Wonosari, Selasa (22/4/2014) menjatuhkan hukuman 4 bulan penjara potong tahanan, kepada terdakwa Rahmat S warga Ngalang Gedangsari, karena terbukti mencuri uang infak di Masjid Al Huda Sumberja Plasadoyong Ngalang Gedangsari, Gunungkidu. <br /> <br /> Hukuman lebih ringan 2 bulan, dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rindi Atmoko SH, hukuman 6 bulan penjara potong tahanan, karena terbukti melakukan pencurian uang infak di kotak infak masjid Al Huda, melanggar pasal 362 KUHP mengambil uang milik orang lain tanpa ijin. <br /> <br /> Majelis Hakim yang diketuai Kurnia Sari Alkas SH, dibantu Hakim Anggota Yamti Agustina SH dan Surtiyono SH, mempertimbangkan hal yang memberatkan dan yang meringankan. Yang memberatkan terdakwa telah melakukan pencurian uang infak, yang mestinya uang infak tidak dirusak. Yang meringankan terdakwa Rahmat, mengakui kesalahannya dan menyesali perbuatannya, terdakwa masih muda, belum pernah dihukum dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.<strong> (Tulus DS) </strong><br /> &nbsp;</p>

7 TPS di Gunungkidul Coblosan Ulang

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com)</strong> - Pelaksanaan pemilu ulang di Gunungkidul ternyata tidak hanya digelar di 2 lokasi. Hasil rapat Koordinasi KPU Gunungkidul, Sabtu (12/04/2014) memutuskan pemilu ulang digelar di 7 TPS. <br /> <br /> Pemilu ulang dilaksanakan besok, Minggu (13/04/2014) di masing&nbsp; TPS 01 Wunung, Wonosari untuk mengulang&nbsp; pemilihan DPD RI, TPS 02 Wareng, Wonosari khusus DPRD kabupaten, TPS 06 Bulurejo, Siraman, Wonosari memilih DPRD&nbsp; kabupaten, DPRD DIY, DPR RI dan DPD RI. Selain itu, pemilu ulang juga digelar di TPS 8 Kemorosari, Piyaman. <br /> <br /> &ldquo;Lima TPS akan melaksanakan pemilu ulang, Minggu (13/04/2014),&rdquo; kata Yudha Ayu Mindarsih Divisi Sosialisasi dan Humas KPU Gunungkidul usai rapat koordinasi.<br /> <br /> Sementara TPS 03 Blimbing, Karangrejek, Wonosari pemilu ulang khusus DPRD kabupaten akan dilaksanakan, Senin (14/4/2014) dan TPS 06 Getas, Playen masih menunggu konfirmasi dari KPPS dan kesiapan logistik atau surat suara. Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnen SIK mengungkapkan, personel kepolisian akan menjaga pelaksanaan pemilu ulang. Agar jalannya pesta demokrasi pileg 2014 berjalan tetap aman dan kondusif. &ldquo;Pada pemilu ulang personel tetap mengamankan lokasi TPS, termasuk pengawalan surat suara dan kotak suara,&rdquo;jelasnya. <strong>(Ded)</strong><br /> <br /> <br /> <br /> &nbsp;</p>

Polisi Kawal Pemilu Ulang di Gunungkidul

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com) -</strong>&nbsp; Pemilihan umum ulang di Gunungkidul berjalan lancar dan dijaga ketat personel kepolisian, Minggu (13/04/2014). Jika rencana sebelumnya hanya 5 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di hari minggu, KPU akhirnya menggelar serentak di 7 TPS. <br /> <br /> &quot;Untuk di Kemorosari jumlah pemilih mencapai 357 orang. Selurunya melakukan pencoblosan untuk DPRD kabupaten. Secara umum tingkat kehadiran cukup bagus, sebab merupakan hari libur,&rdquo; kata Mutohar Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suata (KPPS) 08 Kemorosari, Piyaman, Wonosari.<br /> <br /> Pelaksanaan pemilu ulang selain dijaga polisi, juga mendapatkan pantauan dari Panwaslu, Panwascam dan Petugas Pengawas Lapangan. <br /> <br /> Drs Ton Martono Ketua Panwascam WOnosari menuturkan, sebanyak 34 PPL dikerahkan untuk mengawasi pemilu ulang. Hasil pemantauan sementara, pemilu ulang berjalan cukup tertib dan lancar. Petugas akan mengawasi hingga rekapitulasi dan tahapan selanjutnya. &ldquo;Tetap dilakukan pengawasan, termasuk mengantisipasi politik uang,&rdquo;jelasnya.<br /> <br /> Kapolres Gunungkidul AKBPFaried Zulkarnaen mengungkapkan, seluruh TPS yang melaksanakan pemilu ulang dijaga personel&nbsp; kepolisian. Langkah terserbut mendukung terselenggaranya pemilu yang aman dan damai. Serta mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi. Personel sudah ditempatkan di TPS pemilu ulang.<strong> (Ded)<br /> </strong><br /> &nbsp;</p>

Lima Peserta UN di Gunungkidul Tak Hadir

$
0
0
<p><strong>GUNUNGKIDUL (KRjogja.com) </strong>- Pelaksanaan Ujian Nasional SMA/SMK di hari pertama, Senin (14/04/2014) berjalan dengan tertib dan lancar. Dari 7.243 peserta, lima diantaranya tidak hadir atau absen, tiga menyatakan mengundurkan diri sedangkan dua lainnya sakit.</p> <p>&ldquo;Memang lima peserta tidak mengikuti UN. Tiga menyatakan mundur, sementara dua lainnya sakit sehingga tidak mampu mengerjakan ujian. Untuk keseluruhan ujian berlangsung tertib dan aman,&rdquo; kata Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraha (Disdikpora) Gunungkidul Drs H Bahron Rasyid SPd MM di Wonosari.</p> <p>Pantauan di SMKN 2 Wonosari, sekolah menyediakan ruangan khusus bagi 1 peserta yakni Muhammad Nur Wahyu Hidayah yang mengalami kecelakaan sepeda motor. Kesepakatan tim pemantau independen, pengawas dan panitia, siswa diberikan ruang khusus mengerjakan ujian.</p> <p>&ldquo;Khusus di SMKN 2 Wonosari jumlah peserta mencapai 428 siswa dan ditambah dari SMK Muhammadiyah Rongkop sebanyak 19 siswa,&rdquo; kata Drs Sangkin Kepala SMKN 2 Wonosari.</p> <p>Pelaksanaan UN juga mendapatkan pengamanan dari personel kepolisian. Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnaen menyebutkan, personel ditempatkan di masing-masing Pokja, sekolah yang menyimpan soal. Termasuk personel polsek melakukan pengamanan dan pemantauan di sekolah penyelenggara Ujian Nasional. <strong>(Ded)</strong></p>

Sat PolPP Bersihkan Poster Kecam Demokrasi

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com)</strong> - Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Sat PolPP) Gunungkidul menyisir poster yang berisi kecaman pesta demokrasi. Petugas membersihkan poster di kompleks Kantor DPRD serta jalan protokol di Kota Wonosari.&nbsp; </p> <p>&ldquo;Petugas membersihkan poster di sejumlah tempat. Poster ini memang dipasang orang yang tidak bertanggungjawan, sehingga petugas langsung melakukan pembersihan,&rdquo; kata Mujiyono Salah Satu Petugas Sat PolPP Gunungkidul, Senin (14/04/2014).<br /> <br /> Sejumlah poster yang mengecam demokrasi tersebut bergambarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta bertuliskan kata tidak simpatik. Diantaranya &ldquo;Pemilu Tidak Pemilu Tetep Miskin&rdquo;, &ldquo;Pejabat Tinggi Cinta Korupsi&rdquo; Pejabat Tinggi Banyak Istri serta &ldquo;Kontra Pemilu Panjang Umur Golput&rdquo;.&nbsp; Poster yang membuat tidak nyaman tersebut akhirnya ditertibkan petugas sat PolPP. Bahkan petugas sempat kesulitan sehingga harus menggunakan gunting dan pisau. <br /> <br /> &ldquo;Poster dipasang sulit untuk dicopot, sehingga harus menggunakan pisau,&rdquo; ujarnya.<strong>(Ded)</strong></p>

Ratusan Peserta Kejar Paket C Ikuti UN

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com)</strong> - Sebanyak 170 peserta Ujian Nasional (UN) Pendidikan Kesetaraan Paket C mengikuti ujian di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Selasa (15/04/2014). Sepuluh orang diantaranya tidak bisa hadir karena berbagai alasan. <br /> <br /> &ldquo;Peserta UN Kejar Paket C yang tidak hadir karena berada di luar daerah, ikut suami merantau dan tidak mendapatkan ijin dari tempat mereka bekerja,&rdquo; kata Supriyadi Kabid PAUDNI Disdikpora Gunungkidul kepada KRjogja.com.<br /> <br /> Dikatakan, bagi peserta yang tidak hadir tetap diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian susulan. Dari hasil pemantauan tidak ditemukan kendala terkait UN bagi Kejar Paket C. Baik naskah soal maupun peserta mampu melaksanakan ujian dengan lancar. Dalam ujian ini, juga diawasi oleh pengawas, sehingga diharapkan nantinya hasil ujian tetap bisa maksimal. <br /> <br /> &ldquo;Bagi yang tidak hadir, masih diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian nasional susulan. Untuk pelaksanaan ujian sejak hari pertama berjalan dengan tertib dan lancar,&rdquo; jelasnya.<strong>(Ded)</strong><br /> <br /> &nbsp;</p>

Badingah Optimis Keluar 'Garis Merah'

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com)</strong> - Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos optimis nilai UN akan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Persiapan sekolah yang cukup matang serta kelancaran pelaksanaan ujian, diharapkan bisa mendongkrak peringkat di DIY. <br /> <br /> &ldquo;Hasil dari ujian nasional ditargetkan bisa memuaskan. Karena Gunungkidul memang menjadi benang merah di DIY. Mudah mudahan dengan peningkatan persiapan dan kualitas pendidikan, Gunungkidul&nbsp; tidak berada di &lsquo;Garis Merah&rsquo;,&rdquo; kata Bupati Gunungkidul Hj Badingah usai meninjau pelaksanaan UN di SMK YAPPI Wonosari, Selasa (14/04/2014).<br /> <br /> Kedatangan Bupati disambut kepala SMK YAPPI Drs H Mustangi MPD beserta pengawas dan panitia ujian. Bupati mengapresiasi SMK YAPPI yang menyediakan tempat untuk menginap bagi siswa yang rumahnya cukup jauh. Termasuk menyediakan keperluan untuk makan pagi. Dengan kematangan persiapan dan kerjasama semua pihak, nilai ujian di Gunungkidul tentunya akan semakin baik. &ldquo;Bagus sekolah menyediakan tempat menginap untuk siswa yang rumahnya cukup jauh,&rdquo; imbuhnya.<br /> <br /> Sementara dalam laporannya&nbsp; Mustangid mengungkapkan, jumlah peserta mencapai 169 siswa. Mendukung persiapan UN, bagi siswa yang rumahnya jauh terutama dari luar Gunungkidul disediakan tempat menginap. Termasuk memberikan sarapan pagi bagi para peserta sebelum menempuh ujian. &ldquo;Pelaksanaan UN berjalan cukup aman dan lancar,&rdquo; ujarnya. <strong>(Ded)</strong></p>

TV Korslet, Ruko Penjahit Terbakar

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRJogja.com) </strong>-&nbsp; Akibat korsleting pada televisi, kios mesin jahit milik Yani (47)&nbsp; warga Ringinsari, Wonosari terbakar, Selasa (14/04/2014) malam. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini, namun korban menderita jutaan rupiah. <br /> <br /> Peristiwa tersebut bermula dari korsleting pada pesawat televisi, yang merambah membakar ruko. Namun api akhirnya dapat dipadamkan, sehingga tidak menyebabkan kerugian yang lebih besar. &ldquo;Mampu berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa,&rdquo; kata Sumardi anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Gunungkidul, Rabu (16/04/2014).<br /> <br /> Selain dipadamkan warga, Petugas pemadam kebakaran pun datang untuk ikut memadamkan api. Karena dikhawatirkan akan merambat ke bangunan di dekat ruko. Sumber kebakaran diduga dari kabel televisi yang masih tersambung dengan aliran listrik. Hingga akhirnya terjadi korsleting dan menimbulkan kebakaran. Sumardi mengungkapkan, berkat kesiap siagaan petugas pemadan dan dibantu warga, akhirnya kobaran api tidak membesar dan mampu dipadamkan.<strong> (Ded)</strong></p>

Samiyo Ketua DPC Pepabri Gunungkidul

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRJogja.com)</strong> - Hasil musyawarah cabang (muscab) Pepabri yang digelar pengurus di Makodim lama Wonosari, menetapkan Kapten Inf (purn) Samiyo sebagai Ketua Umum DPC Pepabri Gunungkidul. Kegiatan dihadiri Ketua DPD Pepabri DIY Kolonel (purn) AL Surono, Perwakilan Kodim 0730 Kapten Inf Slamet, Kepala Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Wahyu Nugroho MSi dan undangan. <br /> <br /> &ldquo;Muscab merupakan forum tertinggi dalam organisasi, oleh sebab itu, pengurus yang terpilih segera merencanakan program kerja lima tahun ke depan,&rdquo; kata Ketua DPD Pepabri DIY Kol (purn) AL Surono di acara Muscab, Selasa (14/04/2014).<br /> <br /> Pengurus terpilih meliputi Ketua DPC Pepabri Kapten Inf (purn) Samiyo, Wakil Ketua (Peltu purn H Margono, Peltu purn Sugriwo, Pertu purn Tumirun, AKP purn Juyadi serta Warakawuri Ny Sumali), Sekretaris H Sugeng dan Bendahara Ny Sumirah. Surono mengungkapkan, pelaksanaan muscab juga merupakan bentuk pertanggungawaban pengurus selama lima tahun yang sudah berjalan. Termasuk melakukan koordinasi di dalam organisasi. <br /> <br /> &ldquo;Pembentukan pengurus ini untuk mewujudkan organisasi DPC Pepabri yang lebih baik,&rdquo;jelasnya.<strong> (Ded)</strong><br /> <br /> <br /> <br /> <br /> &nbsp;</p>

Samsat Libur, Pajak Jatuh Tempo Tak Didenda

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRJogja.com)</strong> - Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) atau Kantor Bersama Samsat Gunungkidul tidak memberikan pelayanan pada, Jumat (18/4) dan Sabtu (19/4). Termasuk layanan di &lt;I&gt;counter&lt;P&gt; Bank BPD, &lt;I&gt;drive thru&lt;P&gt;, bis samsat keliling dan BPD Karangmojo. <br /> <br /> &ldquo;Bagi pendaftaran atau pembayaran Pajak Kendaran Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) yang jatuh tempo pada tanggal tersebut tidak dikenakan denda,&rdquo; kata Kepala KPPD Gunungkidul Drs Djoko Santoso di dampingi Baur STNK Aiptu Sunyoto, Rabu (16/04/2014). <br /> <br /> Wajib pajak yang jatuh tempo pada hari libur, bisa dilayani sekarang atau, Senin (21/4) hingga Rabu (23/4) mendatang. Libur pelayanan ini sesuai dengan Surat Edaran Gubernur DIY No 12/SE/XI/2013 tentang pelaksanaan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2014 serta Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Dibagian lain Sunyoto menuturkan, Samsat meminta maaf atas keterlambatan materiil Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Untuk pergantian plat nomor, STNK dan TNKB memang mengalami keterlambatan dari pusat. <strong>(Ded)</strong></p>

Pendukung Suharno Cukur Gundul

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com) -</strong> Para pendukung Caleg PDIP Dapil 1 Suharno SE melakukan syukuran dan melaksanakan nazar karena lolos kembali menjadi anggota DPRD Gunungkidul (2014-2019) syukuran dengan cukur gundul. Bahkan, Ny Wasilah (70) warga Dusun Kajar 1, Desa Karangtengah, Wonosarimeluapkan kegembiraan dengan jalan jongkok atau 'laku dhodhok' sejauh 400 meter, Rabu (16/04/2014).<br /> <br /> Salah satu simpatisan yang cukur gundul adalah Jumadi Pendek warga Dusun tegaslrejo, Desa gari Wonosari. Sementara itu Giyanto (40) warga Dusun Kajar 1 RT 01/06 Desa Karangtengah mempunyai nazar jika Suharno bisa meraih suara terbanyak akan menggendongnya dari rumah Suharno di Dusun Tegalrejo, Gari sampai rumahnya sejauh kurang lebih 300 meter.<br /> <br /> &quot;Niki pun dadi tekat kulo, wenawi Pak Harno pikantuk suara terbanyak kulo badhe gendong,&rdquo; katanya dalam bahasa Jawa. Para kader dan simpatisan termausk tetangga mengikuti Duharno digendong pendukungnya.<br /> <br /> Lebih mengharukan lagi, seorang nenek Ny Wasilah (70) tahun harus jalan jongkok dari rumahnya menuju rumah Suharno sekitar 400 meter. <br /> <br /> Ny Wasilah mengaku tidak malu dan siap dikatakan apa saja oleh masyarakat atas kenekatannya harus jalan jongkok tanpa mengenal lelah. <strong>(Awa)</strong></p>

Selama UN, Siswa Dikarantina

$
0
0
<p><strong>WONOSARI (KRjogja.com) -</strong> Sejumlah sekolah di Gunungkidul mengkarantina sejumlah siswa peserta Ujian nasional (UN), untuk mendekatkan siswa sampai ke sekolah. Seperti&nbsp; yang dilakukan di SMA pembangunan IV Playen dan SMK YAPPI Wonosari.<br /> <br /> Ada beberapa siswa di SMA Pembangunan IV Playen yang rumahnya jauh dan jaraknya lebih dari 10 kilometer, seperti berasal dari Kecamatan Girisubo, Karangmojo, Panggang, Semanu dan Wonosari. &ldquo;Guna menghidari mereka terlambat mengikuti UN, maka mereka sementara menginap di sekolah,&rdquo; Kata Sarono SPd Kepala SMA Pembangunan IV Playen kepada KR Rabu (16/04/2014).<br /> <br /> Dari dua puluh siswa Kelas XII yang mengikuti UN seluruhnya menginap sejak Minggu (13/4) sore hingga Rabu (16/4). Selain itu juga ditambah 16 siswa SMK Maarif Playen yang sekolahnya menyatu dalam satu komplek SMA Pembangunan IV Playen juga seluruhnya ikut dikarantina.<br /> <br /> Sementara itu di SMK YAPPI Wonosari, sedikitnya ada70 siswa dari 169 peserta UN 2014 ini juga disediakan fasilitas menginap di sekolah. Drs Mustangid MSi Kepala SMK YAPPI Wonosari sejak awal tidak mewajibkan kepada siswa untuk menginap, tetapi bagi mereka yang rumahnya jauh disediakan tempat jika ingin mendekat agat tidak terlambat mengikuti UN. <strong>(Awa)<br /> </strong></p>
Viewing all 2932 articles
Browse latest View live